Event Organizer Addict . Combinatoric Designer . Art and Culture lover . Coffee Admirer . Simply Broadcaster . Independent Sanguine . Finally Prague Big Fan !
My place after walking my world
Needing someone else to understand is a trap that causes
millions of us lifelong happiness deficits.
Pindah ! Yap, akhirnya saya pindah ke dorm baru di Kanazawa. Perdana hidup sendiri di tengah skill-less saya dalam masak memasak. Akhirnya saya terdeteksi mengurus (= menjadi kurus) ! Hore !! *jingkrak jingkrak*. Dan mulai menjalani rutinitas biasa : 1. tesis. 2. tesis. 3 TESIS GUEE GIMANA INI !!?? *nangisnangis*.
Well, kembali lagi, akhirnya selama 23 tahun tinggal ber - share dengan yang lain, akhirnya saya mencoba tinggal sendiri. Ternyata begini ya rasanya tinggal sendiri. Awalny emang malu-malu, lama-lama mau ngga mau harus bergaul. Ini dia yang namanya dorm. Quite nice :). Hari ini pun perdana ngenet di ruang makan bersama dorm karena belum ada internet di kamar. Melihat orang-orang masak dan bergosip. Semakin hari semakin sepi dan, ups, saya bersama orang ganteng :">
Anyway, yang membuat saya tergerak untuk menulis lagi adalah ketika saya mendapat mimpi buruk. Mimpi itu menunjukkan bahwa ... tidak ada kreativitas bagi si orang logis. Bahwa orang yang sangat logis, tidak memiliki intuisi, dan berlatarbelakang sains cenderung tidak memiliki kreativitas. What a 'spooky' dream (karena saya pun background nya adalah sains). Bangun-bangun saya merasa ingin cari tau mengenai ini. Ini bukan tentang SARA (Sains Agama Ras Ataulainnya), tapi sekedar share aja :)
Judul klise yang sering dibicarakan dalam dunia psikologi. Si kiri dan si kanan. Otak kiri dan otak kanan. Tangan kanan dan tangan kiri. Berdasarkan artikel di sini, ternyata pikiran logis dan kemampuan non-verbal yang dominan dikuasai pikiran di otak kanan. Sering disebut dengan istilah right hemisphere.
Silakan coba buka google dan ketik keyword: left brain, right brain, or both. :p Apa yang keluar ? Yup, permainan which brain do you have? Right or left? atau Right vs Left Brain Test ! : Creativity Test. Dan masih banyak lagi. Setelah bermain, hasilnya adalah.. jreng jreng ! ... Silakan coba sendiri :D Karena intinya bukan hasil dari game-game ini.
Tapi.
Aktivitas otak kiri dan kanan adalah tentang perasaan. Otak kanan berkontribusi dalam membangun pikiran yang negatif, unhappiness. Sedangkan otak kiri menyumbangkan pikiran-pikiran yang positif, happiness. Sumbernya ada di sini.
Really ? Hmm..
Salah satu peneliti, Roger W. Sperry (1981), yang menerima Nobel Prize, melakukan suatu percobaan. Penelitiannya mengenai epilepsi pada salah satu pasien. Ia mencoba memotong corpus collosum, yaitu bagian yang menghubungakn otak kanan dan kiri, dan ternyata memiliki dampak, yaitu berkurang kejang pada pasien. Dampaknya pun bertambah, yaitu ketika jalur komunikasi yang ada di antara kedua otak itu pun dipotong. Ternyata, pasien tidak dapat menamakan suatu benda dengan tepat jika hanya menggunakan otak kanan. Namun, dia dapat melakukannya dengan tepat jika menggunakan otak kiri.
Dari sini, kemampuan verbal ternyata dimiliki oleh dominan otak kiri. Well, that's it. So, kamu dominan otak mana ? ;) Einstein saja menggunakan 25% porsi otaknya. So, yang paling optimal memang secara bijak menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri. We're living ! Why we won't try ?
Sudah lama juga ngga mencurahkan pikiran di blog dan ngga kerasa juga sebentar lagi akan pulang ke Tanah Jawa. Yup, 3 months remain ! Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat berbahagia kepada dua sahabat saya, Wiwid dan Ira yang baru saja melangsungkan pernikahannya di hari ulang tahun Wiwid, 8 Januari 2012. Semoga berbahagia selalu dan selalu di bawah bimbingan Allah :)
Well, hari ini saya coba menjalani hari dengan packing dan siap-siap pindahan. Thanks God, salju sebagian sudah mencair. Semoga mempermudah pindahan :) ! Pulang dari belanja, tergoda juga untuk ngenet deket heater. Lalu membaca satu topik menarik yang dimuat dalam BBC.
Judulnya adalah "Virtual shopper is the future, says Wunderman CTO ". Bisa dibaca di sini.
Jadi teringat satu ide temen saya yang ingin membuat mall virtual, ternyata terucap juga oleh CTO Wunderman, Gregory Roekens. Shopping tentu saja kebutuhan setiap individu. Tanpa melihat secara frekuentatif, shopping setidaknya dilakukan oleh sebagian besar orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketika saya di indonesia, saya termasuk yang cukup tidak aktif dalam shopping. Ya, sekedar melihat-lihat, sebut saja shopping pasif. Jalan ke mall dekat kampus, melihat-lihat, lalu pulang. Shopping sekedar untuk refreshing sambil melupakan sejenak tugas kuliah. Lalu muncullah salah satu teman saya dari kampus sebelah. Dia shopping-a-holic. Menariknya, dia hanya ingin melakukannya secara online. Uniknya lagi, ternyata ada juga yang hanya mau shopping online sehingga beliau tidak tahu mall terkenal di kotanya.
Fakta-fakta yang ada di sekeliling saya ini ternyata menarik. Kembali saya teringat akan ide virtual-mall. Semua ide ini berawal dari aplikasi yang ada di facebook. Berkumpulnya orang dalam suatu aplikasi game di facebook ternyata hampir dapat menggantikan sebagian keseharian dalam dunia nyata. Oke, pro dan kontra akan ada jika membahas masalah dampak. Tapi hal ini adalah satu poin pertimbangan.
Mereka pun mencoba terus mengembangkan mimpi mewujudkan virtual mall. Semua disiplin ilmu digabungkan dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD), namun ternyata tidak semudah itu mewujudkannya.
Setelah membaca artikel dalam BBC UK ini, rasanya ingin tersenyum. Satu poin yang selama ini ingin terus saya pelajari, ternyata memang masih menjadi satu tantangan. Satu, kolaborasi. Dua, kondisi sosial sebelum dan sesudah produk di-launch. Tiga,-- terpenting -- tingkah pola masyarakat sekitar. Banyak produk gagal di pasar karena meleset dalam melihat keseharian yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Mereka yang tinggal di Sweden, tidak bisa disamakan dengan yang tinggal di NYC. Apalagi di dalam Indonesia; budaya Indonesia Timur dan Indonesia Barat sudah berbeda. Satu tantangan lainnya adalah melihat perbedaan ini sebagai suatu peluang, bukan hambatan.
Apa yang terjadi pada perusahaan Network dan Advertising, Wunderman ?
It was all about Web 2.0. I remember, vividly, the brief that we got: "Build a platform where Google meets Blogger, meets Flickr, meets Delicious, meets Amazon reviews and meets YouTube."
It quickly became very much about all the different technology we could use to put it all together and launch the new intranet. It was a fantastic platform, really powerful. We thought we were going to have so much success with it.
After a few months, we barely had any contributions into the intranet. We didn't realise that people were just very busy, so contributing wasn't in their list of priorities.
We focused more on the people and understanding their behaviour first. What we realised is that people are selfish - they will only do things that will help themselves or their immediate teams.
-- BBC.co.uk , January 6th 2012
Oke, saatnya lihat sekitar. Be creative, understand what people need :)
Sekarang sudah pukul tiga pagi. Sudah lama juga ngga buka posterous untuk posting. Hoahhmm.. Kanazawa sudah masuk semi-winter dan jam segini dingiiinnn sangat (belum amat sangat :p). Ngga kerasa sudah sebentar lagi akan pulang. Lima bulan lagi ? Hmm.. Mari disebutkan sebagai 'masih 5 bulan lagi'. Masih ada waktu untuk berkarya :) Don't wanna waste this one year.
Hmm, mari saya gambarkan pagi ini :). Udara dingin yang menusuk ngga mempan di saya berkat sweater dari ibunda :D *walo bulu bulu bertebaran hehe*. Dan ruang kerja saya berpindah dari ruang makan ke ruang tengah. Lumayan hangat dengan kaos kaki tebal. Saya ngga sendiri, ditemani buku-buku dan kertas-kertas bersebaran. Playlist baru yang terus berputar di iOS5 hape ternyata cukup membuat warna baru di hari-hari saya. Kira-kira begitu :) So, lets go!
Selamat hari pahlawan ! Dan kita pun bisa menjadi pahlawan. Memang, beberapa tahun yang lalu, para pejuang kita berjuang habis-habisan dengan bambu runcing, clurit ataupun rencong. Keris pun dilestarikan sebagai tanda penghargaan pemakainya. Lalu, kita mengagumi dan mengenang. Wajar.
Di usia kepala 2 awal ini saya lumayan bertemu dengan banyak orang. Banyak spesies manusia yang menarik. Setiap kepala punya satu definisi yang berbeda tentang hidup. Termasuk dalam memperjuangkan negaranya sekarang. Negara saya maksudnya. Saya ingin comel; saya ingin mencoba sharing beberapa yang saya dapat, mengenai pandangan mereka tentang berjuang. Salah satunya saya bertemu dengan seorang dosen Arsi kawakan. Kita sebut, Mas Roy.
Saya datang ke kantor dia bersama dua orang teman kerja saya. Seperti biasa, keliling sponsorship. Fyuh. Malam dan kucel. Lumayan lah dioles bedak dikit biar ngga item banget mukanya. Memang persiapan untuk presentasinya udah ada, tapi kepala hanya mau diajak pulang. Tidur. Istirahat. Nyum !
Pintu pun dibuka dan sekretarisnya mempersilakan kami masuk. This is it ! Pertama kalinya melihat kantor arsi yang cukup sederhana... dan konon di dalamnya adalah para arsi yang hebat... katanya. Saya sih ngga terlalu mengerti dunia ini. Bertemulah saya dengan Mas Roy yang selalu menjadi bahan pembicaraan di FGD Pembangunan. FGD adalah Focus Group Discussion, dimana di dalamnya dibahas satu topik pembangunan yang akan dikerjakan oleh mereka yang hadir di sana. Focus, discuss, and act!
Hemm, saya hanya biasa liat dia di majalah dan web. Setelah bertemu.. hemm.. oke deh auranya. Orang ini orang hebat. Sugesti, mungkin. Pembicaraan diawali dengan beliau yang menceritakan aktivitas dia akhir-akhir ini. Bahkan saya baru nyadar bahwa ada satu proyekan kita yang bareng. Buset, sempit banget ya dunia!
Beliau ini lah yang pertama kali memperkenalkan saya tentang simply amazing. Dari sesuatu yang sederhana, berdampak menjadi sesuatu yang besar. "Hal-hal yang besar dimulai dari sesuatu yang sederhana." Quote sederhana yang semua orang pasti mengakuinya. Saya pun mengakui. Ya, mengakui saja. Lalu dia memperlihatkan caranya, bahwa kita, yap, saya dan kamu yang sedang baca, bisa melakukan sesuatu untuk merubah keadaan yang baik ini menjadi lebih baik. Oke, satu contoh yang kita tau sejak SD , Buanglah sampah pada tempatnya. Mari.. mari.. kita buang pada tempatnya. Kurang greget ? Mari kita buat mereka supaya mau membuang sampah pada tempatnya. Sediakan tempat sampah berwarna menarik di beberapa sudut kota.
Hmm, masih sulit ? Ya mungkin. Kalo gitu, mari indahkan kota. How ? Kamu ! ya kamu, coba mulai membuat mengecat tembok yang ancur dengan lukisan yang menarik. Ngga bisa gambar ? Panggil saja temanmu yang jago desain dan banyak temanmu untuk mengindahkan kota. Ketika kamu mengecat, pasti ada yang tertarik. Tarik, dan ajak ! Yuk yuk.. ! Jadikan gubuk-gubuk yang katanya forbidden entah sampai kapan, menjadi tempat yang produktif bagi pengamen atau tempat ngumpulin ide. Buat pohon ide di tempat yang banyak massa berjalan-jalan lalu lalang dan gantungkan idenya dalam secarik kertas berbentuk daun. Biarkan orang melihat, membaca dan terinspirasi. If they got an idea from there and know how to do it, then life change better. And quick. Berkat siapa? Berkat kamu :).
Saya pun diceritakan mengenai seorang teman, dimana dia membuat kompetisi antar sekolah dasar di pedesaan. Kompetisinya adalah mendesain taman di pinggiran jalan depan sekolah mereka. Taman sepanjang pinggir jalan umum. Hal ini mengingatkan saya pada Jalan Siliwangi Bandung. Yap, anak-anak SD bersemangat dan ngga mau kalah sama SD tetangganya. Akhirnya? Taraaaa... taman indah dengan berbagai gaya pun jadi dalam sehari, dan itu sepanjang 5km.
Kadang banyak yang tidak bisa melihat pemikiran kita dan mereka seolah menghalangi. Bagi saya, tidak ada yang berniat menghalangi, sekalipun itu birokrasi. Semua ada alasan dan masing-masing punya keterbatasan untuk melihat sisi lain itu. Mas Roy menambahkan contoh yang menarik, yaitu twitter. "men tweet adalah salah satu bentuk berjuang," begitu katanya. Teman saya langsung protes. Saya menyimak.Kata teman saya, men tweet bukan salah satu bentuk aksi. Tapi bagi Mas Roy, dengan mengajak via tweet, sudah dapat menggerakkan banyak massa utk beraksi. Tweet positif dapat tanpa sengaja membangkitkan semangat si follower yg galau, lalu dia mulai bekerja. Setiap orang punya cara sendiri untuk melakukan aksi. Bagi sebagian orang, aksi harus kongkret, melakukan kerja, W = Fs (daannn rumus fisika pun muncul). Namun, ternyata, sebagian melakukan aksi dengan menyuarakan suara aksinya via media social. Semua punya value sendiri yang sudah sepantasnya dihargai.
Okay, selesai sudah bernostalgia memori dengan Mas Roy. Beliau paling mengerti sedang berbicara kepada siapa. Yap, seorang arsitek dengan ilmu komunikasi yang luar biasa. Dia melihat sedang berbicara dengan siapa, dan melihat batasan aksi yang dapat dilakuin oleh lawan bicaranya. Hmm, another communication lesson. Ohya, saya jadi inget mau posting tentang komunikasi :D Maybe next time.
Pintu untuk melakukan sesuatu jadi terbuka. Memang banyak teman yang melakukan hal 'besar' dan berusaha mengikuti jejak perusahaan adikuasa sekelas Medco. Tapi yang namanya start up itu bebas. Free style. Kerennya, temen-temen di Kanazawa semangat memperkenalkan budaya Indonesia melalui angklung. Kami latihan di Kaikan, sebuah tempat tertutup sekaligus tempat tinggal beberapa teman. Selengkapnya, bisa dibaca di postingan sebelumnya. Hal menarik justru muncul ketika kami latihan di taman dekat Kaikan. Namanya Kooen yang di sampingnya mengalir sungai. Kami pun latihan dan apa yang terjadi ? Warga Jepang berdatangan melihat kami latihan. Tak sedikit yang berani datang menghampiri dan bertanya. Saya impres. Betapa cupunya saya tidak melihat keindahan ini selama ini. Dan langsung saya teringat Mas Roy.
Berjuang, tidak selalu perlu medan perang berupa halaman luas yang dikelilingi parit.
Berjuang, tidak perlu panggung yang didepannya ada karpet merah.
Berjuang, hanya perlu mendengarkan hati kecil yang mendorong kita semangat berubah dan pikiran yang sederhana untuk melakukan perubahan yang sederhana. Indonesia ngga butuh yang neko neko, cuman butuh kita yang sigap dan mau maju untuk berubah :)
Mari mengerjakan tesis :D Hahaha!
The journey begin from imagine a big dream.
Agak lupa juga berawal dari mana. Saat itu pulang dari kampus dan sedang browsing-browsing. Ya mungkin sedang asik dan lagi on fire buat tumblr-ing. *sekalian promosi http://copp3lia.tumblr.com hehe*. Lalu saya teringat post saya di tumblr. Yup, sejak kecil, pengen banget menyebarkan budaya tradisional Indonesia di Luar Negri. BIG THANKS buat Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) yang sudah membantu saya menemukan visi hidup. Ketika umur 5 tahun, mungkin saya masih nurut-nurut aja diminta untuk main gamelan atau nari Tari Bahagia. Mungkin Tari Ambon hanya sekedar main bambu bagi saya. Saya pulang ke Indonesia dan merasa tak berbekas segala ilmu seni yang dibekal dari SRIT. Tapi, dengan teman-teman SRIT yang juga alumni APU, semangat itu ada lagi. Dengan cara berbeda, tapi saya yakin, mimpi angkatan saya sudah mulai berjalan. Satu per satu, di tempat yang berbeda, tapi satu visi.
Hari itu adalah PORDA. Pekan Olahraga Daerah bagian Hokuriku. Dengan semangat para pemain dari PPI Hokuriku and friends bermain hari itu. Saya pun ngga mau kalah heboh xD. Lalu ada panggilan, dengan suara lembut..
"Prit, anak-anak pada mau ikutan tampil angklung ? Acaranya awal Oktober.." senyum manis dari Mbak Yayu, sang pemilik angklung yang saya sambut juga dengan senyum semangat! The journey begin !
Diawali dengan pembentukan tim ! Yup, here the angklung stars, para warga PPI Ishikawa :
tentu saja, tak lupa, menejer terbaik kita, Afwa Firdausi dan Mbak Hikmah (dan kel.) atas kesempatan nebeng di International Club. Jasa kalian takkan terlupa :')
Awalnya dibawah bimbingan Mba Yayu, kami belajar membunyikan Angklung sesuai nada. Big thanks to Saung Angklung Udjo juga karena telah membuat angklung yang istimewa :). Kemudian dengan modal pas-pasan kami mulai latihan mandiri.
Kaikan. Tempat tinggal Afwa dan Aci ini adalah tempat bersejarah. Tempat kita tertawa, dan fokus melihat partiture. Ada yang baru pertama kali belajar angklung, ada yang baru pertama kali memegang dan ada juga yang baru tau itu namanya Angklung (yang terakhir itu hanya rekayasa :D kita semua tau kok itu Angklung hehe). Saya juga ilmunya pas-pasan, jadi yaaa ... sudah lah ya. The show must go on ! Akhirnya kami latihan latihan dan latihan.
Nada yang sangat sakral adalah 4 dan 5. Harapan besar jatuh pada kedua nada itu. Dan cobaan pun datang. Sang pemegang 5 yang berinisial A dan belakangnya Strid bertemu dengan pangerannya dan akhirnya kembali ke Indonesia untuk mengukuhkan hubungan mereka. Horreeee dan aduuuhhh kumaha ieu ? (arti : Gimana ini?). Untung ada Elsa yang siap memegang 5 juga. Horeeee part 2 :D. Latihan pun dilakukan dengan membanting tulang, ..eh salah,.. membanting angklung,.. EH NGGA JUGA! Ya pokonya kekhawatiran macam-macam karena ini awal performance di Kanazawa. Wih, semoga sensei-sensei kami ngga malu kalo pergokin kita manggung Hahaha !
Well, (mode : serius) bagi saya sendiri, banyak pelajaran dalam perform ini. Segimana pentingnya pribadi, pendapat, dan karakter masing-masing pemain. Tanggapan pihak luar, mental. Setiap pulang latihan, saya terbayang wajah Pak Haris, guru angklung saya. Dia mengarahkan kurang lebih 40 pemain angklung saat saya sekolah di SRIT. Dia, selalu terbayang oleh saya dan inspirator saya. Karena jujur, sulit sekali ternyata menjadi kondektur. Terimakasih banget sama teman2 saya yang sudah memercayakan saya akan posisi itu. Terharu banget. Saya yang zero, akhirnya belajar banyaaaak sekali. Sangat banyak sehingga acara ini saya simpan di blog.
Emosi. Karakter. Pengambilan Keputusan. Tanggungjawab. HR. Manner. Cara memegang angklung. dan masih banyak sekali. Ini adalah alasan saya suka membuat event. Satu event punya banyak pelajaran hidup. Perbedaan pendapat. Salah paham. Displin. Pengertian. Bab-bab yang ada di PKK ataupun PPKn bagi saya tidak dapat mewakili.
Hal yang sangat saya pelajari adalah, masing-masing pemain punya masalah yang berbeda dan pendapat yang berbeda. Satu per satu seperti satu episode sendiri yang bisa dijadikan cerita. Seni dalam berkomunikasi sangat penting dalam membuat suatu kebersamaan dan kekompakan.
H-7, kami tampil depan sebagian org Indonesia yang kami kenal, termasuk Mbak Yayu dan keluarga. Saat itu, penampilannya kurang memuaskan sehingga partiture pun mungkin sedih. Tapi bagi saya, ini adalah hasil kerja keras yang sudah cukup. Masih ada 7 hari lagi! Dan latihan pun terus berjalan.. Akhirnya kami pun memutuskan latihan di taman dekat kaikan. Dan We O We ! Banyak yang nanya ketika kami latihan. Mereka tertarik dengan bambu berbunyi yang kami pegang. Ada yang tepuk tangan juga, Entah berapa kali kami mengucapkan terimakasih. Dan para pemain pun jadi semangat ! Yes !!
H-2, Astrid dan penasihat Pak Acep pun datang. Kami tak segan membantu Astrid mengejar ketertinggalannya. Partiture pun akhirnya putus hubungannya dengan kami. Sudah ngga butuh lagi (beuhh.. gaya banget deh! :p). Hari itu habislah kami dikomen oleh Anang Hermansyah... eh, maksudnya Pak Acep. Seperti di Indonesian Idol, pak Acep mengomen pnampilan kami. Tapi, alhamdulillah memang berujung baik. :)
The day. Pagi-pagi saya masih buka email dari Teh Rina, mencoba baca-baca speech. Salut banget sama Afwa cs yang selalu siap setia menjaga stand, memasak dan mengatakan "Irassyaimaseee, sate ikagadesuka?" di stand makanan Indonesia. Maafkan, saya tidak punya kekuatan untuk membantu di pagi hari :(. Akhirnya dengan was-was karena takut hujan, jam 12.30 kami berkumpul di taman dekat tempat perform. Taman sunyi dan indah yang ditemukan oleh Elsa Pitriana. Kami pun melakukan pemanasan dengan sebagian orang sudah berkostum. Big thanks sekali lagi untuk Pak Acep yang sudah siap bolak balik mengantar angklung!
Dan hujan pun datang. Kami menyudahi pemanasan dan mulai berdoa.
Today is ours !
Detik-detik manggung pun tiba. Dan.. akhirnya kami dipanggil. Entah kenapa bagi saya, perform kali ini sangat santai. Kepercayaan rileks dan tenang. Saya melihat senyum para pemain yang sudah penuh semangat memamerkan hasil latihan yang penuh suka duka. Saya melihat mereka, penuh haru. Teringat orang-orang yang mendukung kami. Yap, kami memang sederhana, tapi inilah show terbaik dari kami. Angklung pun berbunyi nyaring seiring dengan perasaan pemainnya. Saya pastikan tempo stabil dan Intan pun memetik senar dengan semangat. Saat itu cuaca dingin, seharusnya angklung berbunyi kurang nyaring. Namun saat itu benar-benar indah. Dan bahkan hujan pun reda ! Thanks God !!
Tepuk tangan. Meriah. Lemes. Lega. Itu plot yang saya rasakan ketika turun panggung. Mbak Hikmah dkk. pun datang nyamperin kami di balik layar. Saya langsung memeluk Santy, ngga kuat menahan air mata. Mungkin ini hanya show simpel bagi bberapa orang, tapi bagi saya,
This is from zero to hero. Semoga Indonesia bisa senang dengan usaha kami. :)
Ucapan terimakasih juga kami ucapkan untuk Nilna, Zener, Windra, Mas Rama, Didot, Karlin, Mas Yanto dan Pak Dedy. Mungkin ada juga yang belum kesebut dalam blog.. Tapi kami benar-benar berterimakasih sekali.
Dua Oktober. Selamat Hari Batik Sedunia :)
Dokumentasi foto : Ely Aprilia. Thx Ely :)
Hadir ! Blog ini belum hiatus lagi kok. Hanya saja saya tidak apdet blog akhir-akhir ini karena setiap cerita hanya tertahan di memori otak dan entah kenapa tidak bisa disalurkan melalui tulisan. Tapi, mumpung lagi fresh kejadiannya, saya ingin menceritakan kisah sedih yang bahagia :)
Sebelumnya, saya ingin memberi prologue. Kenalkan saya, pemilik blog ini yang paling malas berhubungan dengan birokrasi. Segala jenis urusan yang perlu menelepon ini itu karena berdasarkan pengalaman, banyak yg suka melempar tanggungjawab. Yah, mungkin saya sedang sial aja karena bertemu dengan sistem birokrasi yg demikian. Prologue end !
Oke, mari kita masuk ke inti cerita :)
Satu. Kamera (D) SLR
Sejak saya sudah dipastikan akan ke Kanazawa, saya bertekad untuk membeli Kamera DSLR. Entah itu Nikon, Canon, Sony, apapun deh karena saya cupu dengan hal seperti itu. Untung ada kata 'belajar' sehingga saya punya kesempatan untuk mengenal DSLR lebih dalam :D. Setelah beberapa bulan mencari cari, akhirnya .. horeee ! Ketemu juga yang pas di hati dan tanpa mikir panjang : Click BUY! *fyi, belanja online ceritanya hehe*
dan tuk tuk tuk. Beberapa hari kemudian muncullah sang kamera yang ditunggu. Hati bergejolak lebih girang daripada dapet durian runtuh. *Yaiyalah, sakit klo kejatuhan durian !* Pas dibuka breg breg breg.. ... ... emmm, kenapa ngga nyala ya ? Otak atik otak atik. Tetep ngga bergeming. Dipeluk dielus dibanting pun ngga nyala. *oh, yang dibanting itu cuman bercanda :) *
Dengan menghela napas sedih dan pasrah, 12 jam kemudian saya akhirnya menerima kenyataan bahwa kamera itu positif ngga nyala. Dan yang membuat saya sedih adalah : harus nelpon call center. Ooh, saya boleh deh angkut2 barang belanjaan seberapa beratnya, tapi... jangan nelpooonnn utk bertemu birokrasiiiii *nangis darah*. Setelah bertapa semalam dan memohon doa restu sama ortu, besoknya saya menelpon call center toko tsb dengan modal bahasa Jepang pas2an.
{ 30 menit kemudian }
Hmm.. ternyata.. ngga terlalu susah :D. Saya memang sempet harus menghubungi toko tsb, kemudian call center produk merek tsb *disamarkan*, lalu kembali menelpon toko tsb. Prosedurnya adalah sbb :
Tukang pos akan datang untuk membawa kamera yang baru dan saya harus mengembalikan kamera yang rusak secara utuh beserta garansi dan box nya.
Selesai.
Sebenarnya saat itu belum ada stok kamera yang bisa menggantikan kamera saya. Namun, dengan sedikit beralasan, akhirnya mereka mau mencarikan dengan segenap tenaga demi saya. Uhuy ! Gitu dong :)
Akhirnya horeeee kamera baru pun datang dan.. horeeee versi duaaa BISA NYALA ! xixi, ngga sia-sia kan. Semoga level kesabaran saya nambah. Aamin :) mari motret ctrek ctrek !
Dua. Handphone.
Jtrak ! .. eh.. Prak !! Eh.. aduh gimana ya suara handphone jatuh ? Yah, intinya saya turut berduka atas jatuhnya handphone saya dua hari yang lalu. Kerusakannya adalah, SIM card undetect. Dampaknya adalah, saya tidak bisa menghubungi orang dan dihubungi orang. Reaksi saya adalah, menghela napas.
Datanglah saya ke tempat saya membeli handphone dan curhat sambil terisak.. Sang CS mendengarkan dengan seksama dan dia mulai menulis di secarik kertas. Yes, very bad feeling.
"Silakan menghubungi nomor ini. Ini adalah call center ***** dan mereka bisa dihubungi antara jam 9 samapi jm 10 malam :)"
Jegeeerrrr... Ahh... Phone again ?? -___-" Coba aja kalo di BEC, bisa tinggal ngomong di tempat.
"hu uh hu uh" sambil mengangguk ngangguk saya meninggalkan tempat tersebut. Dengan berat hati, saya menghubungi nomor tersebut dan yap diangkat! Mulailah pembicaraan yang penuh deg-degan karena takut ngga ngerti bahasa Jepang yang mereka maksud. Dan ternyata benar. Saya sepertinya sudah 20x bertanya "emm... maksudnya apa ya? hehehe" Tp dasar operator, dia sama sekali ngga ketawa ketika saya ajak ketawa. Padahal dia orang loh, bukan mesin. Mungkin itu yang namany profesional sebagai CS. Hmm...
( 20 menit kemudian )
Fyuh, transaksi beres ! Horaaaiiii ! Wah hati saya mulai meringan. :D Ternyata ngga terlalu sulit juga. Saya akhirnya menganalisis diri saya sendiri. Sepertinya hal yang membuat saya malas menelpon untuk urusan beginian adalah respon "Aduh, maaf sekali, kami TIDAK BISA". Dan pada kenyataannya, semua bisa ! Horeee!! Itu lah hebatnya ideologi lingkaran merah di bendera Jepang. Membuat sesuatu yang sangat jelas di antara segala yang putih. Bahwa ada satu titik merah sehingga semua tau bahwa itu bentuknya lingkaran. Dan percayalah, itu adalah ideologi yang saya karang sendiri jadi mohon jangan disebar.
Tapi negara ini emang penuh kejelasan, keteraturan dan ketenangan. Sistem yang ada disini, dari segala aspek kehidupan, sangatlah jelas. Saya harus memupuk kewaspadaan lagi ketika saya kembali ke Indonesia. Pengen banget kontribusi dalam membuat sistem yang cantik, keratif dan indah untuk Indonesia. Any idea ? Let me join ! :)
Sekianlah. Konklusinya adalah, jangan takut berurusan dengan birokrasi. Menelpon itu hanya mengeluarkan suara. Dan yang paling penting, berdoalah sebelum menelpon untuk urusan birokrasi :D.
Thanks all, yang sudah membaca. Kamu akan semakin cantik / ganteng ;)
Lazy song nya Bruno Mars kayaknya lagi pas banget untuk saya hari ini. Padahal kemarin malam sudah ada semangat untuk menyongsong hari ini. Tapi ternyata, saya tidak terjatuh, hanya terdiam. Masih banyak yang harus saya lakukan dan entah kenapa si kelima indra ini sedang PMS, jadi ngga mau kerjasama ma otak.
Ayoo kalian (pancaindrakutercinta) berdamai yuk :) Yaudah, kita nonton-nonton dulu aja deh :D
Akhirnya saya browsing beberapa video di youtube. Dan sampai ke satu orang dimana dia adalah bos saya dulu di tempat magang. Sebuah organisasi entertainment berusia dua tahun. Katanya.
Masih teringat dan melekat dalam benak saya masa-masa saya berkunjung ke knator sederhana yang begitu menarik. Hal ini mengingatkan saya pada The Social Network. Eh, btw lagi puasa sih, tapi malah ngomongin orang :p. Ngga apa lah, karena ini benar-benar bisa menginspirasi. Saat itu malam hari, saya berkunjung kesana diajak teman. Saya bertemu dengannya, sebut saja Bang Jack karena watakny bak Jack Sparrow. Pertama kali kenalan, hmm, kucel. Dia terlihat amat sangat stres di sebuah living room lesehan. Waktu itu saya juga kenalan bersama bebeerapa 'pendekar' PTnya si Bang Jack. Percakapan renyah pun kita lewati malam itu, dengan si Bang Jack tetep lesu dan capek. Sesaat dia curhat dan menjelaskan beberapa data mining dan kembali lagi dia cemas. 3G : Gelisah Gundah Gulana.
Di saat teman-temannya tertawa, dan dia tetap berpikir di depan leptopnya. Akhirnya kami berdiskusi dan dia muali garuk garuk kepala. Oh man. Saya benar-benar iba. Duh, sini sini saya bantu !
Akhirnya saya mulai ngoprek-ngoprek dengan sangat amatir dan sok taunya. Percayalah, ini pertama kalinya saya masuk ke dunia yang seperti ini. Dunia entertainment. Saya masih ingat betul dia yang tiba-tiba lupa menaruh flashdisknya dan meminjam flashdisk saya. Linglung dan terlihat banyak sekali pikiran. Akhirnya saya meminjamkan flashdisk saya.
Bang Jack, bang Jack. Saya hanya bisa mengirim semangat dan doa.
Lalu karena beberapa alasan, saya pun keluar dari sana. Sudah lamaa rasanya saya tidak mendengar namanya. Hingga suatu hari, yap, sekarang ini, saya membuka youtube dan ada video tentang dia.
Dan sangat amazing sekali. Saya coba search namanya di google dan , heeeehh?? Ternyata dia memang seorang social entrep yang jagoan parah. Saya melihat videonya mengisi beberapa seminar dan karyanya yang sudah ngerebut banyak penghargaan. Oh so damn ! I cant believe it! Dia yang waktu itu sangat labil ? Hee?? Saya melihat dari sisi atas bawah kanan kiri depan belakang foto-foto yang menyebut namanya. Benar ternyata si Bang Jack. Entah sudah berapa situs yang menceritakan kisahnya.
Dan hari ini saya masih saja terdiam. Melihat ini, makin terdiam. Saya pernah duduk bersebelahan dengan dia yang bingung akan byk hal dan saya cap galau-er. Ternyata dia adalah orang hebat sehebat superman. Lebih malah. Wibawa Outside. Pas dipikir-pikir, saya emang belum pernah melihat dia tampil live mnjadi performer. Ternyata gini toh bentuknya.. Hahaha!
Masih bersama saya yang mengetik di Posterous. Satu hal, bahwa memang tidak ada yang sempurna. Lagi lagi dan lagi. Superman pun pernah galau. Setiap orang yang kita kagumin pun, pernah labil. Dan tanpa kita ketahui, kegalauan dan kelabilan ini mendewasakan kita. Bayangin kalo hidup datar tanpa labil dan galau. Serius ya, saya ngga kebayang.
Saya tersenyum melihat video-videonya. Rasanya bangga juga flashdisk saya pernah dia pinjam hahaha! Dan semua data yang masih ada di saya. Saya sangat tahu, dia manusia biasa banget di balik tirai panggung. Tapi saya sangat bangga sekali dengannya. Karena di depan ke-sangatbiasa-nya dia, ada dirinya yang luar biasa berdiri di atas panggung dan menyebarkan inspirasi untuk sejuta orang.
Goodluck for you, Bang Jack ! :)
Kali ini saya ngga ingi mengajak untuk berpetualang melihat aktivitas sekitar sehari-hari atau pun what's hot topic now. Ngga akan ngomongin Nazaruddin ataupun ngebahas hasil pertandingan Bolton vs Man City. Seminggu ini saya bener-bener orang udik yang tidak tahu kabar sekitar saya di Kanazawa ataupun Indonesia. I like in empty room without any signal, can't receive any information. Tapi untunglah, sahabat lama saya datang berkunjung dan mengajak keliling Kanazawa. Yeah, cycling around. Good things :)
Kali ini saya ingin mengajak lagi ngebahas masalah hati. Hati lagi hati lagi. Lama-lama saya jd psikolog cupu aja :p.
Okay, darlaa. We have many problems. Ngga hanya kamu, saya juga. Semua orang juga punya. Dan ya, semoga dirimu yang sedang membaca ini adalah orang yang sudah ngga stuck, alias udah mulai jalan ke depan. Moving on - ah damn love this words ! Saya juga manusia biasa yang masih diberi kesempatan untuk hidup. Biasa, dan bukan guru. Tapi kita sedang menjalani hal yang sama. Sebuah perjalanan yang tidak panjang. A.s.a.p akan berakhir dan akan menjadi sebuah cerita dengan nama kita sendiri sebagai judulnya.
Setiap orang punya masalah. Karena kita anggap sebagai masalah. Saya ngga akan muna dengan bilang saya ga puny masalah. I have. Dan satu demi satu langkah akan kita tempuh tiap detik. Dan tentu saja, jalan keluarnya. Jika kita tahu hidup hanya sekali dan tiap detik takkan terganti lagi, ... kenapa masih stuck di situ ? Saya ingin sekali menggandeng banyak orang yang stuck, tidak bisa memaafkan kesalahan di masa lalu, dan doing nothing. Saya juga bukan orang yang senpurna ; tau segala hal tentang recovering. Saya hanya ingin mencoba menghargai setiap keputusan yang diambil. Yang pnting, move on. Setiap orang punya cerita dan keputusan. Saya sering mendengar orang bercerita tentang masa depan. Apakah masa depan yang buruk atau baik yg ia rencanakan, saya tersenyum. Setiap orang punya pilihan dan hak.
Dengan sok taunya, saya rasa Tuhan akan sedih melihat kita terdiam. He made a amazing stage for us, and we just stand up or sit down doing nothing. Break some furnitures on the stage then feeling guilty for entire of life. Saya hanya bisa garuk garuk kepala.
Sad because we made it sad.
Feel guilty because still not be forgiven. Just forgive yourself.
Happy because you made it so :)
God must be love us. Karena di setiap detiknya dia membisikkan pencerahan bagi kita. Ngga bisa mendengarnya? Kalo gitu, yang perlu kita lakukan adalah : menerima bisikan Nya. Karena terkadang bisa seusatu yang bukan kita harapkan, tapi itu yang terdengar.
Be a good acceptor. Karena masih banyak hal yang kita tidak tahu. Dan yang paling benar hanya Tuhan. Menerima pendapat orang lain bukanlah dosa, Karena kita lahir dengan beda kepala.
Seperti Kaleidoscope. Scene yang menurut kita posisi paling bagus, ternyata dapat digantikan posisinya hanya dengan memutarnya sembilan puluh derajat.
We're living in a beautiful life, so dont sad, because people will sad to see you sad. Just smile and brighten you steps, than the world will appreciate it :)

Fragrance. So this the simple report :)
Identik dengan parfum dan saya sama sekali ngga bermaksud untuk memisahkan arti dari kedua hal ini. Tapi saya sepakat kok kalo ini adalah dua kata yang bisa dipisah. :)
Inspirasi memang datang dari mana saja. setiap pribadi memang tidak akan berhenti untuk menjadi yang terbaik. Saya berjalan di tengah hari menemani matahari menerangi dunia. Dengan apa? dengan senyum. Satu hal wajib yang menurut saya dasar dari karakter yang positif. Ketika orang sibuk mencari jati diri, hal mudah yang dapat menjadi basic character menurut saya adalah senyum.
So, let's put smile as the must ingredient to our perfume. Whatever your fragrant, im sure this the best thing that you should not forget !
Then let's begin to mix it with other.
Banyak hal menarik di luar sana. Ibaratnya , untuk shopaholic, sale itu seperti hal yang perlu dimasukkan dalam ramuan. Begitu pula segala jenis updet zara, channel, atau apapun bagi si fashionaholic. Perkumpulan urbaners yang harus menjadi to-do-list bagi para arsitek. Banyak hal yang spesifik dan menarik yang ingin dimasukkan ke dalam salah satu unsur fragrance - diri kita. Tidak dilarang :)
But yours just one.
Setiap orang punya selera. Selera kita pasti berbeda dengan yang lain. Sayang aja kalau kita dibilang mirip. Sesuai postingan sebelumnya, yes, i try many characters, based on iseng. Tapi memang, jadi diri sendiri - klise - memang terbaik.
So decide things for you. Not because anyone do it. You are agent of change. Ah, i mean, we.
Mix all thing we want and make a good fragrance. Yes, the only one fragrance. And step on the life road, go straight through many people. Tell your story, smile and let people know your fragrance.
Yes, the only one fragrance. It's yours. :)
source : favim.com
Thanks for reading :)
Postingan saya hari ini cukup melabil dengan tanda kutip ya :) Entah kenapa kemarin saya kangen lagu dari Natasha Thomas , Let me Show You The Way. Sebuah jingle dari Lacoste edisi Pink Song dan iklannya ditayangin pas saya masi balita.
Really love the girl who dancing and run on the street. Freedom, and shining.
Jingle ini mengingatkan saya pada satu kata. Fragrance. Dimana setiap parfum - katanya - memiliki ciri khas wangi tersendiri. Bahkan kita bisa meraciknya. Paris Hilton dan Britney ngga ketinggalan dalam hal ini dan produk mereka dibeli oleh orang lain. Disini terlihat sekali sebagaimana public figure sangat mempengaruhi jati diri seseorang, baik dalam usia labil atau ngga labil. Dan minggu ini, saya mendapatkan banyak sekali cerita tentang jati diri, kepribadian, dan karakter. Jujur, karakter adalah kata yang berat bagi saya. Saya tidak ingin berurusan dengan kata ini, namun sekarang ini, saya ingin mengenalnya lebih jauh.
Character, is your fragrance. You can make it by your taste, or you can use other. Which one you choose?
Saya masih 22 tahun. Beberapa orang menganggapnya sudah memasuki usia memiliki jati diri. Nyatanya saya tetap orang biasa yang masih mencari jati diri. Passion, adalah satu kata yang menemani saya pada usia 21 tahun ke atas. Namun itu pun belum cukup untuk membuat saya memiiki fragrance sendiri. Yap, fragrance, suatu keharuman yang ingin saya racik sendiri dan ingin saya tinggalkan wanginya di bumi, di balik nama. Saya yakin kamu juga mau :)
Saya ceritakan kejadian minggu ini. Minggu ini saya merasa bertemu dengan banyak kepribadian. Walaupun tidak bertemu dengan orangnya, saya terinspirasi dengan beb
erapa orang yang memang memiliki kepribadian kreatif. Saya rasa sebelas dua belas denagn Mas Rene. Yeah, but actually he's a carrier coach. Tapi tetep saja menarik. Lalu mari kita lirik Dian Sastro, lalu mari kita lirik Steve Jobs,, oh ngga, Eric Schmidt dengan google gila nya. Lalu saya membuka tumblr dan menemukan teman teman saya yang begitu pandai berquote dan memiliki banyak +1 di Google Plus. Nice ! Sesekali saya mengagumi mereka.
Lalu saya melakukan eksperimen minggu itu; saya ingin mencoba beberapa kpribadian dan saya ingin mencari yang paling comfort buat saya. Lalu saya iseng. Hahahaha 22 tahun bo ! Iseng banget ya saya ngoprek2 karakter sendiri. Dan taraaaa saya mendapat pujian dari beberapa pihak. Setiap harinya.
Satu hal yang saya simpulkan, ternyata setiap kpribadian itu memang ada positifnya. Menarik. Dan saya masih aja mempermainkan karakter saya. Setiap harinya.
Sampai suatu hari saya mendapatkan seseorang mengatakan, "gue suka gaya lo prit. Just dont busy with other inspire people".
Hari ini saya pulang dan kembali melihat video iklan Lacoste. Hahaha, saya suka sekali dengan orang yang berlari dengan penuh tawa dan senyum. Shining, Bright.
Dan malam ini saya pastikan memberikan laporan ini ke kalian semua.
Simple report.